Three in One “Titik Balik Bima Arya” Malam Ini di Kompas TV

Bima264Titik balik adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan perjalanan hidup politisi muda sekaligus Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Titik balik pertama yang ia harus lalui datang dari sang ayah, Toni Sugiarto.

Sang ayah menantang Bima agar bisa meraih gelar doktoralnya sebelum usia 30 tahun. Tantangan itu harus dibayar dengan kepergian mendadak Toni dan terpaksa harus berjuang keras untuk sekedar menyambung hidup di almamaternya di Australia.

Titik balik Bima yang sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat politik ini, mengantarkannya terjun ke dalam dunia politik praktis. Bima sempat menjadi tim sukses SBY-Budiono pada Pilpres 2009. Nasib mempertemukan Bima dengan Hatta Rajasa yang kemudian mengajaknya bergabung menjadi pengurus PAN.

Bima kemudian turun gunung. Ia maju ke dalam pemilukada di kota kelahirannya, Bogor dan terpilih menjadi walikota periode 2014-2019 dalam usia sangat muda. Bima mengaku tak banyak mengeluarkan biaya kampanye ketika itu dan tak berhutang kepada pihak-pihak tertentu. “Janji saya, saya tidak akan pernah berhutang kepada pihak yang nantinya bisa mengendalikan pemerintahan”, katanya.

Gebrakan pertama Bima sebagai Walikota Bogor adalah menyelenggarakan penerimaan siswa secara online. Menurutnya, gebrakan belum tentu melanggar prosedur namun jelas ada batasan untuk setiap gebrakan. “Jadi tidak bisa terlalu bergaya Ahok (seperti) di Jakarta ga bisa. Saya harus banyak hormat kepada senior-senior di Kota Bogor dan harus merangkul semua”, Bima membandingkan kepemimpinannya dengan Ahok.

Bima13

Three in One mendatangkan Iwan Kurniawan, seorang sahabat lama Bima, sebagai narasumber dadakan untuk bercerita mengenai bakat kepemimpinan Walikota Bogor. Juga hadir istri Bima, Yane Ardian, yang memiliki banyak kisah suka duka bersama.

Three in One “Warisan Soekarno” 25 Maret 2015 Pk.20.00 WIB di Kompas TV

Karno1-2

Siapa yang tak mengenal pemilik nama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri? Berbeda dari sang ayah yang tak mau terjun ke dunia politik praktis, anggota DPR ini lebih memilih berpolitik lewat PDI Perjuangan pimpinan Megawati. Puti Guntur menunjukkan kepada masyarakat bahwa sebagai keturunan trah Soekarno, sekalipun terhitung baru, ia layak untuk terjun berpolitik. Buktinya, untuk kedua kalinya ia terpilih sebagai anggota DPR.

Puti selalu meyakinkan khalayak bahwa ia benar-benar menjalankan ajaran Bung Karno demi Indonesia yang lebih baik dan maju. “Bila Bung Karno ada di jaman sekarang, beliau akan menangis dan marah”, lanjut Puti tentang ajaran Bung Karno terkait kondisi Indonesia belakangan ini.

Selain menurunkan darah biru politisi, Soekarno juga menurunkan banyak sentuhan seni pada anak keturunannya. Sebutlah Hendra Rhastomo Soekarno, atau yang lebih dikenal dengan Romy, yang berprofesi sebagai seorang disk jockey.

Seperti halnya Puti, putra Rachmawati Soekarnoputri ini merasa memiliki panggilan dan tanggung jawab meneruskan ajaran Bung Karno. “Tentu anugerah, sebagai cucu biologis saya harus menjadi cucu ideologis juga”, ujar Romy.

Karena beban dan tanggung jawab itu pula, Romy akhirnya turun tangan memelopori pembentukan “Gerakan 5K” untuk mendukung maju sebagai calon presiden pada 2014 lalu.

Karno11

Panggilan karena menyandang trah Soekarno juga membuat Toto Suryawan, putra tunggal Bung Karno dan Kartini Manoppo, terjun ke dunia politik. Toto dbergabung pada partai PNI Marhaenisme pimpinan Sukmawati Soekarno Putri.

Bung Karno tak hanya proklamator. Ia menjadi inspirasi hingga kini. Roso Daras, seorang Soekarnois dan penulis sejumlah buku tentang Bung Karno, paham betul siapa sosok idola lintas generasi itu. Menurut Roso, “Soekarno cuma ada satu di dunia dan orang paling jenius yang pernah dilahirkan oleh bangsa Indonesia”.

Three in One “Singa dari Surabaya” Tri Rismaharini

Risma Kedua

Sudah tayang 18 Maret 2015

“Singa dari Surabaya” bisa jadi disematkan pada pundak Walikota Surabaya Tri Rismaharini karena gabungan sifatnya yang galak, tegas dan berani. Sekalipun Risma adalah Walikota Surabaya perempuan pertama, ia berani menutup lokalisasi prostitusi terbesar se-Asia Tenggara di Kawasan Dolly.

Ketegasan dan kerja keras Tri Rismaharini membuahkan banyak hasil untuk warga Surabaya. Surabaya dinobatkan sebagai Kota Terbaik se-Asia Pasifik oleh Citynet pada tahun 2012 dan Future City dari Majelis Bisnis Eropa tahun 2014. Inovasi Taman Bungkul turut mengantarkannya memenangi The Asian Townscape Award dari PBB tahun 2013.

Karena keberhasilannya membenahi kota Surabaya, termasuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan warga miskin, Risma berhasil meraih predikat Walikota Terbaik versi City Mayors tahun 2014.

Sebagai seorang pejabat, Risma terbilang unik dan cenderung mengabaikan protokoler. Ia tak segan turun ke jalan ikut mengatur lalu lintas jika mendapati jalanan macet atau terjun langsung membersihkan sampah di jalan.

“Ada saatnya harus jadi ibu, ada saatnya saya harus jadi pemimpin. Ada saatnya saya harus jadi tukang sapu, ada saatnya saya harus jadi guru”, jelas Risma mengenai banyak aksinya yang spontan.

Dalam rangka menyejahterakan warga, Risma juga ikut operasi malam untuk merazia kalau ada anak-anak yang masih berkeliaran. Hal ini dilakukan agar ia bisa mengontrol dan mengecek sendiri progres dari setiap program pemerintah kota.

Risma Kol7

Risma merasa puas apabila programnya untuk menyejahterakan warga berhasil ia realisasikan. Risma menceritakan pengalamannya yang berkesan, “Ada anak (yang) dulu jadi mucikari trafficking, usianya masih 14 tahun, setelah saya dekati dia jadi juara kelas”.

Menurut Tri Rismaharini, sederet penghargaan internasional bergengsi yang ia raih, bukan sesuatu yang penting. Tujuannya bukan jadi juara, tapi tujuannya adalah warga Surabaya sejahtera.

Di program Three in One, Wartawan senior Kompas Muhammad Bakir, yang pernah bertugas di Surabaya, menyampaikan kesaksiannya tentang gaya kepemimpinan Tri Rismaharini yang berbeda jauh dengan kebanyakan pemimpin daerah yang lain.

Three in One Duo Djarot di Kompas TV 11 Maret 2015 Pk.20.00 WIB

Rosmet4

Malam ini Three in One mengangkat kakak beradik Erros Djarot dan Slamet Rahardjo Djarot. Duo Djarot ini merupakan pasangan budayawan seniman yang banyak melahirkan karya-karya monumental di panggung teater, dunia perfilman maupun musik.

Erros Djarot memiliki multitalenta kelas maestro. Mengaku tak pernah belajar musik secara formal, ia justru pernah memenangi Piala Citra 1978 untuk kategori penata musik terbaik lewat film Badai Pasti Berlalu. Eros juga piawai membuat naskah skenario dan menyutradarai film. Lewat filmnya yang legendaris, Tjoet Nja’ Dhien, ia menyabet dua Piala Citra 1988 untuk kategori penulis skenario terbaik dan sutradara terbaik.

Selain minatnya pada kebudayaan, Erros juga sejak awal sudah terjun ke dunia politik. Ia dekat dengan Megawati yang kala itu menjadi Wapres dan kemudian menggantikan Gus Dur. Kini Eros memimpin Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) yang terbilang partai gurem dalam kancah politik muktahir.

Tentang awal kedekatannya dengan Megawati, Eros bercerita, “Saya lagi mimpin Detik. Tiba-tiba Bu Fat (Fatmawati, ibunda Megawati) dan Mas Guntur (kakak Mega) menelepon. Itu si Adis (Megawati) mau maju (nyapres). Kamu dampingi dia”.

Rosmet13

Sejak tahun 1970-an, sang kakak, Slamet Rahardjo Djarot, kerap berkolaborasi dengan Eros. Ikatan batin di antara Eros dan Slamet begitu kuat karena mereka cuma selisih setahun kelahiran. “Kekuatan Erros kelemahan saya, kekuatan saya kelemahan Erros”, jelas Slamet tentang kekompakannya dengan sang adik.

Kolaborasi mereka yang apik salah satunya terekam dalam film Tjoet Nja’ Dhien di mana Slamet menjadi pemeran Teuku Umar dan Christine Hakim sebagai Tjoet Nja’ Dhien.

Slamet meniti karir sebagai pemain teater di Teater Populer di bawah pimpinan Teguh Karya. Ia kemudian sukses di dunia perfilman baik sebagai aktor maupun sutradara sejak membintangi film pertamanya, Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), yang juga disutradarai Teguh Karya.

Slamet telah mengoleksi banyak penghargaan bergengsi di dunia perfilman. Antara lain Pemeran Utama Pria Terbaik Piala Citra 1975 (Ranjang Pengantin) dan Piala Citra 1983 (Di Balik Kelambu). Ia juga menyabet banyak penghargaan sebagai sutradara yakni Sutradara Terbaik Piala Citra 1987 (film Kodrat), Sutradara Terpuji Festival Film Bandung 1988 (film Kasmaran), 1991 (Langitku Rumahku) dan 2003 (Marsinah).

Three in One mendatangkan bintang tamu Christine Hakim yang memiliki banyak pengalaman suka dan duka menggarap film bersama Duo Djarot. Juga hadir ke studio Yuyun Wardhana, mantan wartawan tabloid Detak yang diasuh oleh Eros dan dibredel pemerintah pada tahun 1994.

Three in One Srikandi Negeri di Kompas TV (4 bupati & walikota perempuan)

Srikandi2Three in One kali ini mengundang empat pemimpin daerah perempuan dari seluruh penjuru tanah air untuk menjelaskan kiprah, kebijakan dan gaya kepemimpinan perempuan. Mereka adalah Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal; Bupati Kendal Widya Kandi Susanti; Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari; dan Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno.

Tara, Denta dan Disti menanyakan mengapa sebagai walikota perempuan, Illiza tetap menerapkan aturan hukum cambuk dan razia oleh polisi syariah yang oleh sebagian kalangan justru dianggap merugikan kaum perempuan.

Sebetulnya memang di dalam menjalankan sesuatu tidak mungkin menyenangkan semua orang”, terang Illiza menjelaskan kebijakannya di tengah kontroversi hukuman itu. Berasal dari keluarga politisi membuat Illiza semakin mantap dalam mengubah dan memberikan perubahan yang baik bagi kotanya.

Lain Illiza, lain Bupati Kendal Widya Kandi Susanti. Widya maju menjadi Bupati Kendal menggantikan bupati sebelumnya, Hendi Bundhoro, yang tak lain adalah mantan suaminya. Hendi saat itu terseret kasus korupsi dan membayangi langkah Widya menuju posisi Kendal-1. Dengan niat memperbaiki Kendal, mantan anggota DPRD ini membatalkan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan memilih maju dalam pemilukada Kendal.

Srikandi1“Kenapa tidak bupati, kenapa ke DPR? Suami saya kan masih dipenjara karena kasus korupsi. Masyarakat mengatakan Ibu jangan bersedih hati, saya tau Ibu orang baik jadi Ibu maju, kami siap menjadi relawan Ibu.”, cerita Widya saat ditanyai oleh warga Kendal.

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari selain piawai membangun daerahnya, juga pecinta musik metal dan menggagas event tahunan Ku-Kar Rock in Fest selama tiga tahun terakhir. Sebagai bupati, ia memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur. “Ada tujuh grand strategy yang saya tetapkan dan itu harus tercapai sampai tahun 2015, tidak ada tawar-menawar”, tandas Rita tegas.

Berbeda dengan Rita, Widya dan Illiza, Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno terbilang unik. Ia berasal dari luar Tegal, banyak tinggal di luar negeri dan kurang bisa berbahasa Jawa Tegal, namun terpilih memimpin masyarakat Tegal. Dua kali seminggu ia jadwalkan blusukan untuk lebih mengenal warga dan permasalahan yang mereka hadapi. “Jangan pernah ragu untuk berfikir besar, think big”, kata Sitha.

Three in One “Aktor Vokal” di Kompas TV

Pomo Pic Dubber1Rabu malam ini pukul 20.00 WIB Dentamira Kusuma, Tara de Thouras, dan Kamidia Radisti, akan berbincang dengan penuh canda dan tawa bersama para aktor vokal atau dubber Indonesia dalam program Three in One di KompasTV. Doraemon, Donald Bebek, dan Mak Lampir bercerita mengenai teknik dubbing dan pantangan yang mereka hadapi sebagai seorang dubber.

Hadir di antaranya Nurhasanah dan Rizki Amron yaitu pengisi suara karakter animasi lucu Doraemon dan Donald Bebek. Hadir pula seorang pengisi suara telenevola dan kartun jepang, Adith S Permana. Serta yang tak kalah heboh sang pemilik suara misterius Mak Lampir dari drama Misteri Gunung Merapi di radio dan film yang terkenal pada dekade 1980 dan 1990an yaitu Asriati.

Nurhasanah yang suaranya terkenal dengan keserakannya, bercerita pengalamannya untuk mengisi suara Doraemon, “Saat ditawari untuk men-dubbing kartun Doraemon, belum pernah melihat film itu sama sekali.“

Lain lagi kisah Rizki Amron, pengisi suara Donald Bebek versi bahasa Indonesia yaitu Rizki Amron. Untuk dipercaya mengisi suara Donald, dia harus menjalani serangkaian tes dari pihak Disney. “Saya sadar bisa suara seperti ini dari kecil memang, cuma dulu tuh ga kepikiran untuk jadi dubbernya Donald,” kata Rizki.

Nurhasanah dan Rizki Amron telah menjadi pengisi suara Doraemon dan Donald Bebek sejak tahun 1993 hingga kini. Mereka pun ditantang untuk mempertunjukkan kemampuan unik mereka secara dadakan di panggung Three in One.

Ada lagi suara menyeramkan di Three in One dari sosok yang selalu haus mencari darah. “Aku kemari mencari darah!” Aku lah Mak Lampir! Aku penguasa jagat raya ini he…he…he….he….,” begitu Mak Lampir membuka tampilannya di Three in One. Bagi sang dubber Mak Lampir, Asriati, suara menyeramkan dan kostum Mak Lampir yang sering ia pakai justru membawa berkah karena kerap diundang roadshow ke sejumlah daerah di tanah air.

Promo Dubber2

Asriati pernah kaget melihat wajahnya sendiri setelah berdandan a la Mak Lampir ketika lampu tiba-tiba padam. “Saya takut kebayang muka yang seram itu. Padahal itu saya,” cerita Asriati sambil tertawa.

Hadir pula dalam Three in One, Adith S Permana, kolega Asriati di Sanggar Prathivi yang juga kerap menyulihsuarakan telenovela dan kartun Jepang, menyatakan kegiatan dubbing pernah dilarang pada zaman Orde Baru karena dianggap membodohi masyarakat. Namun, kemudian aturan tersebut tak berlaku lagi. Adith justru menyampaikan harapan agar para dubber dihargai seperti dubber-dubber di negara lain.

Saksikan program Three in One “Kunjungan Doraemon, Mak Lampir, dan Donald Bebek ke Three in One KompasTV” hari Rabu, 4 Februari 2014 pukul 20.00 di KompasTV atau melalui live streaming di www.kompas.tv/live.

Three in One “Juru Lobi Koalisi” Pramono Anung di Kompas TV

Pram3Tayang: Rabu 28 Januari 2015 di Kompas TV

Tak bisa dipungkiri Pramono Anung adalah salah satu politisi mumpuni yang dimiliki PDIP. Kualitasnya teruji saat ia menolak ditunjuk jadi Ketua DPR tandingan dan kemudian menjadi juru runding kubu Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah-Putih yang tengah bersitegang di DPR. Dengan kepiawaiannya, Pram memecah kebuntuan dan berhasil mendapatkan sejumlah keuntungan politik untuk kubu KIH.

Sebagai politisi, Pramono memilih sikap yang mau ambil kompromi. “Ketegangan politik itu berbeda dengan ketegangan orang pacaran. Ketegangan politik itu tak ada galau-galaunya….Kalau semuanya mengambil posisi keras, siapa yang mau bernegosiasi?”, jelas Pram.

Pram8

 

Itulah Pramono Anung. Ia matang berpolitik sejak muda. Pram lahir dari keluarga PNI dan sudah menjadi aktivis kampus saat kuliah di ITB tahun 1980-an. Satu dasawarsa lebih ia berkecimpung sebagai seorang pengusaha dan baru kembali terjun ke dunia politik menjelang runtuhnya Orde Baru.

Di mata senior dan sahabat lamanya, ingatan atas sepak terjang politik Pram terekam jelas.  Salah seorang sahabatnya saat kuliah di ITB, Davy, bercerita bagaimana sebagai aktivis Pram memprotes kebijakan Menteri Pendidikan, “Waktu itu kita ‘nyolong’ plakat yang mau ditandatangani oleh Menteri Pendidikan”.

Heri Akhmadi, senior Pramono Anung di ITB yang kemudian mengajaknya bergabung ke PDI (nama PDI Perjuangan kala itu), juga terkesan dengan Pram muda. “Dia bukan hanya bergabung. Ternyata dia juga yang waktu itu memimpin rombongan pertama dari alumni-alumni kampus untuk pergi (demo) ke DPR”, ujar Heri.

Keuletan dan keluwesan Pram mengantarkannya menduduki posisi strategis antara lain pernah menjadi Wasekjen PDIP, Sekjen, dan Wakil Ketua DPR periode 2009-2014.

 

Three in One “Inspektur Aparatur” Yuddy Chrisnandi di Kompas TV

Yuddy2

Tayang Rabu 21 Januari 2015 pukul 20.00 WIB di Kompas TV

Dari akademisi jadi pebisnis, dari politisi kini jadi menteri. Itulah Yuddy Chrisnandi. Yuddy mengawali karir politiknya di Partai Golkar. Ia pernah menjadi juru kampanye dan menjabat Ketua Departemen Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Golkar. Yuddy sempat pula maju sebagai Calon Ketua Umum Golkar tahun 2009 namun gagal terpilih.

Atas ajakan Wiranto, mantan koleganya di Partai Golkar, Yuddy bergabung di Partai Hanura dan menduduki posisi bergengsi sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu yang sempat diambil alih oleh Hari Tanoesudibjo. Dalam pemilu legislatif lalu, Yuddy maju mencalonkan diri dari Dapil Jawa Barat 8 tapi tak terpilih ke Senayan.

Langkah Hanura bergabung dengan Koalisi PDI-P memberi jalan jatah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diperuntukkan pada Yuddy Chrisnandi. Sebagai Menteri, Yuddy memang langsung menggebrak. Yuddy antara lain menerbitkan edaran mengenai pembatasan undangan pernikahan atau tasyakuran maksimal 400 orang dan larangan rapat di hotel untuk PNS.

“Yuddy ini sudah melebihi standar sebagai menteri. Tapi bolehlah Pak Jokowi kalau jewer dia sedikit”, tanggapan Indra J. Piliang, sahabat dan kolega Yuddy semasa masih di Partai Golkar. Indra yang juga hadir dalam Three In One, juga menceritakan pengalaman saat menjadi tim pemenangan Yuddy sebagai calon Ketua Umum Golkar.

Sebagai seorang anak dari keluarga sederhana, Yuddy tergolong anak yang berprestasi serta aktif berorganisasi sejak duduk di bangku SMP. “Yuddy Chrisnandi sudah terlihat sejak SMP, dia sudah juara pidato, oratornya SMPN 1 Cirebon itu ya Yuddy”, ujar Andi Mulia, sahabat Yuddy sejak SMP. Ada kisah yang menarik, Andi saat itu berasal dari keluarga yang lebih berada, sehingga Yuddy hampir tiap hari mampir untuk numpang makan siang di rumah Andi.

Kisah kehidupan pribadi Yuddy dan keluarga juga tidak kalah menarik. Demi menemui Velly Elvira, kini istrinya, Yuddy harus berjuang menempuh jarak yang jauh ke rumah orangtua Velly. Soal sosok Yuddy, Velly mengaku bahwa suaminya itu adalah orang yang cuek, sehingga sering digoda oleh anak mereka Ayesha Fatma Nandira. “Kasian deh Mama, ngomong sama tembok”, cerita Velly menirukan Ayesha.

Three in One Raja Orkestra Addie MS di Kompas TV

Addie MS25

Raja Orkestra” Indonesia itulah julukan untuk Addie Muliadi Sumaatmadja atau lebih dikenal Addie MS. Bakat bermusik Addie sudah terlihat sejak kecil dan banyak terasah secara otodidak. Walaupun mahir bermain musik, namun awalnya Addie paling segan jika harus tampil tampil di depan penonton.

“Aku tuh sangat pemalu, tidak nyaman saat main musik ditonton. Akhirnya nemu solusi, ternyata ada main musik yang membelakangi penonton yaitu jadi konduktor”, ujar Addie MS.

Bangku SMA 3 Jakarta, yang terkenal dengan gudangnya musisi, mempertemukan Addie dengan musisi lain sekaligus sahabatnya yaitu Iman Sastrosatomo, Raidy Noor dan Ikang Fawzi. Mereka bahkan sempat mendirikan band rock yang bernama Staff Band.

“Addie itu pendiem tapi main pianonya pinter, makanya kita ajak gabung (di Staff)”, kata Iman Sastrosatomo.

Ajang cipta lagu di Radio Prambors tahun 1970-an mengantarkan Addie masuk ke dalam dunia musik profesional. Sejak tahun 1979 ia sudah menangani sejumlah artis seperti Vina Panduwinata, Chrisye, Harvey Malaiholo, Utha Likumahua dan Krisdayanti. Tak terhitung lagi jumlah penghargaan dalam dan luar negeri yang diraih Addie MS, mulai dari BASF Awards hingga masuk nominasi Grammy Awards.

Lama berkecimpung di musik populer, Addie tak melupakan minatnya pada musik klasik. Namun, bukan melulu karya klasik yang ia buat. Bersama Oddie Agam dan pengusaha Indra Usmansyah Bakrie mendirikan Twillite Orchestra. Ia berkolaborasi dengan banyak musisi dunia seperti David Foster dan mengenalkan sentuhan musik tradisional dalam orkestranya.

Addie yang sudah menikah selama 27 tahun dengan Memes menurunkan darah seni kepada dua anak mereka yaitu Kevin Aprilio dan Tristan Juliano. Karir musik Kevin bahkan melejit dan menjadikannya salah satu ikon musik pop Indonesia.

Rockin’ Governor – Ganjar Pranowo di Three In One Kompas TV

Ganjar7ed copy“Rockin’ Governor” itulah julukan pas untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang biasa mendengarkan Metallica, Guns N’ Roses dan Dream Theater. Dalam pemilukada Jawa tengah 2013 lalu, Ganjar mengindentikkan dirinya dengan anak muda lewat slogan “Mboten Korupsi Mboten Ngapusi” (tidak korupsi, tidak bohong). Bersama pasangannya, Heru Sudjatmoko, ia memenangi pemilukada dengan perolehan suara 48,73 persen.
Sekian lama absen di panggung politik nasional, nama Ganjar kembali menjadi perbincangan ketika video kemarahannya atas praktek pungutan liar di sebuah jembatan timbang di Batang ramai diangkat oleh media nasional.
Ganjar muda banyak menghabiskan waktu sebagai pecinta alam, bahkan ia pernah menjadi Ketua Mapala Fakultas Hukum UGM. Menurut Sugeng Triyono atau biasa disapa Jabrik, sahabat Ganjar, “Ganjar itu semasa kuliah dikenal badannya tinggi, gondrong dan mapala. Alias mahasiswa paling nggak laku)”.

Ganjar 1 copy
Karir politik Ganjar ibarat rock n’ roll, melejit dalam waktu singkat. Kurang dari satu dasawarsa, lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini sudah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR, dua kali menjadi Ketua Pansus, Sekretaris Fraksi PDI-P serta jabatan di kepengurusan partai.
Pencalonan Ganjar menjadi Gubernur Jawa Tengah pun awalnya sempat menjadi polemik di tubuh PDI-P. Rekan separtai Ganjar sekaligus Wakil Gubernur petahana Rustriningsih yang digadang-gadang menjadi calon kuat gubernur justru tidak didukung DPP PDIP. Ditanya soal hubungannya dengan Rustriningsih, Ganjar mengaku “Saya kira Ibu Rustriningsih tidak ada masalah dengan saya, hubungan kami baik-baik saja”.
Mengenai jabatan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah, Pri Pambudi Teguh, kakak Ganjar mengatakan, keluarga mendukung penuh dan tak mau merepotkannya. “Sejak Ganjar dilantik, keluarga sepakat untuk menarik diri. Biarlah Ganjar menjadi milik masyarakat Jawa Tengah” katanya.
Mengenai jabatan politik yang diembannya sekarang, Ganjar bercerita selalu ingat pesan ibunya. “Setiap saya pulang, ibu selalu membisikkan. Jangan Korupsi ya. Kata-kata itu yang selalu menggelegar di hati saya”, ujar Ganjar. Sang istri, Siti Atikoh Supriyanti pun menambahkan “Saya berusaha jadi pengontrol supaya dia ada di rel yang benar. Saya pakai baju 100 ribu juga nggak papa, kita sudah melewati hidup seperti itu.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,327 other followers