Archive for the Catatan Najwa Category

Sinopsis @MataNajwa CATATAN PAHLAWAN Rabu 24/08/2011 pk.22.05 WIB

Posted in Catatan Najwa on 24/08/2011 by juliussumant

Mata Najwa episode CATATAN PAHLAWAN
Tayang 24 Agustus 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Pahlawan diperdebatkan sejak gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan
diperlakukan mirip barang dagangan.

Di zaman Presiden Suharto bintang jasa diobral untuk jenderal, menteri
dan kerabat sendiri. Sedangkan di zaman pemerintahan transisional
Presiden Habibie sebanyak 103 bintang jasa disematkan, termasuk untuk
istri.

Kini politik kepahlawanan berulang saat Presiden Yudhoyono berikan
tanda jasa pada para pendamping presiden dan wakil presiden. Orang
bertanya apa dasarnya.

Tanda jasa dan gelar bisa jadi sebuah penanda kuasa. Lantas pahlawan
dan mereka yang dianggap berjasa pun diperebutkan ketokohannya.

Sejak 1959 sudah ada 149 pahlawan yang ditetapkan dan tiap tahun akan
makin membengkak. Kontras dengan pahlawan di belahan dunia lain yang
jumlahnya hanya puluhan.
Selain persoalan seleksi yang seharusnya ketat, kriteria tertentu yang
dipersyaratkan untuk pencalonan pahlawan kerap mengundang tanya.

Untuk itu, Mata Najwa mengundang sejarawan Asvi Warman Adam dan
pengajar FISIP Undip Triyono Lukmantoro untuk mempertanyakan mengapa
sebagian pahlawan ditonjolkan, sebagian lainnya dilupakan, sedangkan
sebagian yang lain lagi dihambat pencalonannya. Logika politik
representasi dan motivasi pemberian gelar atau tanda jasa menjadi
jawaban utama sesi talkshow ini.

Di lain sesi, Mata Najwa juga hadirkan sejarawan sekaligus mantan
anggota Tim Pengkaji dan Penilai Gelar Daerah Propinsi Jawa Barat Nina
Lubis dan Hartono Laras dari Kementerian Sosial yang membawahi
birokrasi pencalonan pahlawan Hartono Laras. Najwa mewawancarai
keduanya untuk menelisik mekanisme pengajuan gelar pahlawan, syarat
dan motif politik di balik politik kepahlawanan tersebut.

 

Mukadimah

OBRAL BINTANG/ KRITIK MENGUNDANG// PRESIDEN YUDHOYONO BERIKAN TANDA JASA ADIPRADANA/ UNTUK PARA PENDAMPING RI-1 DAN RI-2// ORANG BERTANYA/ APA DASARNYA//

TANDA JASA/ ADALAH PENANDA KUASA// GELAR/  BISA JADI SEBUAH ALAT PEMBENAR//

UNTUK ITU/ TAK PERLU HERAN// DI  ZAMAN PAK HARTO/ ISTANA OBRAL BINTANG/ UNTUK KERABAT/ PENDAMPING PRESIDEN/ JENDERAL/ SAMPAI MENTERI BAWAHAN//

REKORNYA TERJADI DI  ZAMAN PAK HABIBIE/  103 BINTANG DIOBRAL/ TERMASUK UNTUK SANG ISTRI//

PERLOMBAAN GELAR PAHLAWAN/ ITULAH YANG TERJADI TIAP PERGANTIAN PEMERINTAHAN//

Catatan Najwa

TAK PERNAH DALAM SEJARAH/ SEBEGITU BANYAK ORANG/ BERHUTANG PADA SEDIKIT ORANG// SEJAK 1959/ NEGARA MENGAKUI/ 149 ORANG PEMANGKU GELAR PAHLAWAN//

PAHLAWAN TAK SEMATA SOAL TOKOH/ DENGAN NAMA TERTERA DI ATAS PAPAN PETUNJUK JALAN NAN KOKOH// PAHLAWAN MERENDAHKAN KEBESARAN/ JASA MEREKA BERSEMAYAM DALAM RUANG KEJADIAN//

TANPA PEPERANGAN/ TAK ADA LAGI PAHLAWAN// SIAPA PENERIMA GELAR/ TANDA JASA DAN KEHORMATAN/ ADA BAIKNYA SEGERA DIRUMUSKAN//

TAPI ITU PUN LOGIKANYA BERLAWANAN/ KARENA KEPAHLAWANAN MENGABDIKAN WARISAN KEHORMATAN// BUKAN KEPOPULERAN/ BUKAN PULA PROYEK PENELITIAN//

PAHLAWAN/ BUKAN MONOPOLI PENGUASA/ ATAU ANGKATAN BERSENJATA// PAHLAWAN MENYEBAR KE SEGALA BIDANG// DARI GELANGGANG KE GELANGGANG/ MULAI DARI ARENA KEJUARAAN HINGGA PEJUANG KEADILAN//

 

Sinopsis Mata Najwa MOZAIK PROKLAMASI 17/08/2011 pk.22.05 WIB

Posted in Catatan Najwa on 17/08/2011 by juliussumant

Sinopsis Mata Najwa Eps. Mozaik Proklamasi

 Tayang 17 Agustus 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Belum nonton episode ini? Simak secara online di http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/08/17/9710/308/Mozaik-Proklamasi

PETITE HISTORIE. Roso Daras dan JJ Rizal  ajar ‘kuliah kewiraan’ tentang proklamasi bareng Najwa Shihab

Proklamasi adalah sebuah revolusi. Ada yang menyebutnya ‘revolusi dari tempat tidur’ karena sesaat sebelum membacakan proklamasi, Sukarno masih tidur nyenyak terserang malaria.

BUNG, AYO BUNG. Bung JJ Rizal paling bersemangat bercerita tentang Chairil Anwar dan pelacur Pasar Senen

Ada pula yang menyebut proklamasi buah dari revolusi pemuda yang tak sabar dengan kehati-hatian golongan tua. Tak bisa dibayangkan seandainya pemuda tak ikut ambil peran selama hari-hari di bulan Agustus 1945 itu. Tanpa pemuda, tak ada cerita Peristiwa Rengasdengklok. Tanpa Peristiwa Rengasdengklok, alur sejarah akan beda bicara: belum tentu merdeka, atau kalaupun merdeka, akan muncul kesan kemerdekaan Indonesia pemberian Fasis Jepang.

RIWU GA. Roso Daras antusias bercerita tentang pengawal Sukarno yang ditugaskan menyebarkan kabar proklamasi

Sejak lahir, proklamasi mengalami semacam mitologisasi terkait angka 17 (Agustus) yangs sering dipertautkan dengan perhitungan Jawa dan turunnya Al Quran. Mistifikasi ini bukan mistis karena dibangun Sukarno sebagai cara menyampaikan pesan kemerdekaan secara gamblang pada rakyatnya.

DIRIGEN. Najwa sedang memimpin repertoar sejarah kecil di seputar proklamasi

Proklamasi adalah sebuah novel perjuangan panjang dengan rakyat sebagai pengarangnya. Ia tak semata dibidani kaum elit atau priyayi. Maka, kita mendengar di Cirebon dan Gorontalo, kemerdekaan sudah diproklamirkan lebih dulu ketimbang Proklamasi 17 Agustus.

Ada pula pekik grafiti “Bung Ayo Bung!” yang lucunya diciptakan oleh penyair Chairil Anwar karena terinspirasi oleh pelacur-pelacur di Pasar Senen.

SEKALI DI UDARA, TETAP DI UDARA. Budiarto Shambazy & Rusdhy Husein berkisah sedih tentang Yusuf Ronodipuro, pengabar proklamasi pertama kali sekaligus penggagas rekaman pembacaan teks proklamasi tahun 1951.

Mata Najwa Mozaik Proklamasi mengundang sejarawan JJ Rizal; jurnalis sekaligus pengarang buku “Bung Karno: The Other Stories” Roso Daras; peneliti sejarah Rusdhy Husein; dan Budiarto Shambazy, kerabat   Yusuf Ronodipuro, penyebar kabar proklamasi pertama kali, untuk berkisah pada kita semua tentang mozaik proklamasi.

Mukadimah

PROKLAMASI/ DRAMA REVOLUSI DALAM SEBUAH TEATER WAKTU/ DENGAN LATAR ZAMAN DAN MATAHARI// JADILAH SANG PUTRA FAJAR/ SUKARNO/ DAN SEORANG NON-JAWA/ HATTA/ 66 TAHUN LALU SUMPAH BERIKRAR//

PROKLAMASI JUGA SEBUAH NOVEL PANJANG/ DENGAN RAKYAT SEBAGAI PENGARANG// ADA PERTENTANGAN GOLONGAN TUA DAN MUDA/ YANG SEKALI WAKTU SUKARNO-HATTA DICULIK KARENANYA//

ADA CERITA/ TENTANG SANG SAKA YANG DIJAHIT SENDIRI OLEH FATMAWATI/ TANGGAL 17 AGUSTUS YANG PENUH PESAN MITOLOGI/ SERTA NARASI TENTANG PROKLAMASI CIREBON DAN GORONTALO/ YANG MAJU MENDAHULUI//

Catatan Najwa

MANUSIA TERJEBAK DALAM PUSARAN SEJARAH// TAPI/ MANUSIA SENDIRI ADALAH JEBAKAN BAGI SEJARAH//

SETELAH MERDEKA/ REPUBLIK MAMPU LALUI DUA KALI AGRESI MILITER BELANDA// JAUH KEMUDIAN/ SYAHRIR DAN HATTA INGATKAN/ PENJAJAH TAK CUMA JEPANG ATAU BELANDA// PENJAJAH BISA DATANG DARI SESAMA BANGSA// ITULAH ZAMAN/ KETIKA DEMOKRASI TERPIMPIN/ JADI PANGLIMA//

SEJARAH/ BUKAN DOGMA YANG SERAKAH// SELAIN NEGARAWAN/ PARA PELACURPUN PAHLAWAN/ KARENA SELUNDUPKAN SENJATA/ UNTUK PEJUANG REPUBLIK YANG TENGAH GERILYA//

DI ATAS SEGALA-GALANYA/ BARU TAHUN 2009/ BELANDA RESMI AKUI KEMERDEKAAN KITA// DI BAWAH KESADARAN KITA SEMUA/ 66 TAHUN TERNYATA BELUMLAH GENAP KITA MERDEKA// MERDEKA DARI DARI KORUPSI/ PEMISKINAN/ DAN PEMBODOHAN//

#CatatanNajwa eps POLITIK BERMARTABAT 03/07/2011

Posted in Catatan Najwa on 03/08/2011 by juliussumant

Sinopis Mata Najwa ‘Politik Bermartabat’

Rabu 3 Agustus 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

 

Tonton online http://www.metrotvnews.com​/read/newsprograms/2011/08​/04/9512/308/Politik-Berma​rtabat

Episode ini mengingatkan bahwa politik nasional belakangan ini mengalami banyak sekali kemunduran dalam hal kualitas kepemimpinan. Di masa lalu ada figur negarawan dan politisi bermartabat sekelas Sultan Hamengkubuwono IX, tokoh Katolik nasionalis IJ Kasimo, dan tokoh Masyumi M Natsir.

Ada cerita bagaimana tanpa segan Sri Sultan memberi tumpangan dan membantu mengangkut barang dagangan seorang pedagang Pasar Kranggan di Jogja. Cerita lain, Sri Sultan tanpa pamrih mengeluarkan sekitar 5 juta gulden dari kantongnya sendiri untuk membantu kehidupan keluarga para pejuang saat Yogyakarta diduduki Belanda.

Narasumber Atmakusumah, penyunting buku Tahta untuk Rakyat, dan Sudomo Sunaryo, penulis pidato Sultan selama 36 tahun, dihadirkan untuk memberi kesaksian mengenai tokoh besar ini, termasuk tentang siapa sebenarnya inisiator Serangan Umum 11 Maret 1949.

Tokoh Katolik IJ Kasimo sejak awal telah mengambil sikap bahwa orang Katolik harus berdiri di belakang perjuangan republik. Ia meninggalkan konstruksi partisan Katolik Jawa dan keteguhan politiknya memberi jalan pada perkawanannya dengan tokoh-tokoh Masyumi yang nota bene menjadi lawan politik ideologisnya. Hanya ada dua orang yang berani bersikap menentang konsepsi otoriter Demokrasi Terpimpin Sukarno yakni dua sahabat Kasimo dan Natsir.

Saat jadi perdana menteri, M Natsir pernah menolak suap berupa mobil, suatu sikap yang makin langka pada politisi kita saat ini. Lain waktu, Natsir tampil dengan baju yang penuh tambalan tanpa keraguan. Penulis biografi IJ Kasimo, JB Sudarmanta, dan sejarawan Asvi Warman Adam menjelaskan prinsip moral politik yang melekat pada figur Kasimo dan Natsir.

Integritas, pengabdian dan kebersahajaan Sultan, Kasimo dan Natsir adalah antitesa politisi hari ini yang logikanya untung rugi serta defisit moral.

Mukadimah

SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX/ SULTAN YOGYA/ YANG SERAHKAN TAHTA UNTUK RAKYATNYA//

SULTAN AYOMI/ SAAT DUA KALI REPUBLIK DIAGRESI//  TERUS MENGABDI/ MULAI DARI MENTERI/ WAKIL PERDANA MENTERI/ GUBERNUR/ HINGGA KETUA KONI//

IJ KASIMO/ TOKOH KATOLIK YANG DISEGANI// IA SEORANG JAWA/ YANG MENGINDONESIA// BERANI MENOLAK SUKARNO/ IA MEMILIH MENEGAKKAN DEMOKRASI//

SAHABAT KASIMO/ ADALAH M NATSIR/ POLITISI MASYUMI// NATSIR NEGARAWAN SEJATI/ YANG MENOLAK SUAP/ SAAT MENJABAT PERDANA MENTERI//

Catatan Najwa

SRI SULTAN  HAMENGKUBUWONO IX/ KASIMO/ DAN NATSIR/ TIPIKAL POLITISI BERMARTABAT//

MEREKA PEMIMPIN SESUNGGUHNYA/ TAK CUMA BERJUANG PARTISAN UNTUK YOGYA/ KATOLIK/ ATAU MASYUMI SEMATA//

SULTAN MENGAJARKAN PADA KITA/ TAHTA BUKAN SEGALANYA// IA TAK SEGAN TURUN TANGAN/ DAN TAWARKAN BANTUAN//

KASIMO DAN NATSIR TEGUHKAN KITA/ PRINSIP ADALAH MORAL POLITIK/ DAN UNTUK ITU/ POLITIK HARUSLAH BERMORAL// KASIMO TEGUH MENOLAK NASAKOM SUKARNO/ DAN NATSIR BERANI IKUT PETISI 50 MENENTANG SUHARTO//

MEREKA PEMIMPIN BERSAJAHA//  MENGABDI REPUBLIK/ TANPA GELIMANG HARTA// MEREKA ANTITESA POLITISI HARI INI/ YANG DEFISIT MORAL/ AKAL/ DAN INTELEKTUAL// YANG LOGIKA BERPIKIRNYA HANYA UNTUNG RUGI/ DAN BAGAIMANA BISA KORUPSI//

#CatatanNajwa eps Pewarta Istana Rabu 27/07/2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Posted in Catatan Najwa on 26/07/2011 by juliussumant

Mata Najwa episode Pewarta Istana

Rabu, 27 Juli 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Tak ada tempat paling sakral selain istana. Hanya presiden terpilih dan keluarganya yang berhak tinggal di dalamnya. Tapi siapa sangka istana adalah gudang cerita tentang pejabat negara yang juga manusia. Istana tak melulu episentrum politik tapi juga segala hal yang tak ada kaitannya dengan politik. Pendek kata, cerita tentang penghuninya yang sama dengan warga negara lainnya.

PAK HARTO: DUIT MBAHMU & TANDA SAPI BIRAHI. Casmo Tatilitofa & J Osdar bicara ‘rahasia negara’ di Mata Najwa

Mata Najwa mengorek ‘rahasia negara’, mengajak mendengarkan sisi lain kehidupan istana dan penghuninya dari tangan pertama.

Jadilah empat pewarta istana dari sejumlah media hadir ke studio untuk bercerita entah gosip, kejadian lucu atau mengharukan terkait presiden-presiden Indonesia serta keluarganya.

JERUK MAKAN JERUK. Pewarta istana wawancara pewarta istana.

Bekas pewarta istana dari koran Berita Yudha, Casmo Tatilitofa, menceritakan kemarahan Pak Harto akibat ditanya wartawan mengenai asal muasal biaya pembangunan perumahan yang ia tinjau pada tahun 1970an. Pak Harto dengan ketus menjawab, “Duitnya mbahmu!”.

Lain waktu, Casmo dan  wartawan Kompas yang hingga hari ini masih bertugas sebagai pewarta istana, J Osdar, berkisah tentang kejadian di peternakan Tapos di mana Pak Harto bercanda di depan wartawan tentang tanda-tanda sapi birahi.

BAJAJ MASUK ISTANA. Ahmad Zaini & Karmelia Sukmawati bersaksi Paspampres kewalahan di era Gus Dur

Di lain sesi, Ahmad Zaini, eks pewarta istana Jawa Pos, dan Karmelia Sukmawati, eks majalah Tiras, menjadi saksi betapa istana di masa kepresidenan Gus Dur jauh dari sakral. Ada cerita tentang ulah Inayah, putri bungsu Gus Dur, yang masuk istana berkendara bajaj.  Atau ulah ‘ngerjain’ Paspampres dengan melapor sepedanya hilang padahal sengaja ia sembunyikan.

Inilah kisah para pewarta istana.

Mukadimah

PEWARTA ISTANA/ JADI SAKSI MATA KISAH MANUSIAWI PARA PRESIDEN INDONESIA//

DARI MEREKA/ KITA TAHU PAK HARTO PERNAH MARAH/ SAAT DITANYA PEMBIAYAAN SEBUAH PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH//

KEBEBASAN ALA REFORMASI/ MEMAKSA PAK HABIBIE AKRAB DENGAN MEDIA CETAK DAN TELEVISI//

GUS DUR/ PRESIDEN YANG MEMBUAT ISTANA TAK LAGI SAKRAL// WARTAWAN ISTANA/ JADI SAKSI TAMU GUS DUR YANG BERSARUNG DAN BERSANDAL//

BU MEGA/ TAK BANYAK BICARA// IA JAGA JARAK DENGAN PENCARI BERITA//

PAK BEYE SADAR KAMERA/ MEMBUATNYA DIJULUKI PRESIDEN CITRA PARIWARA//

Catatan Najwa

DAHULU PAK HARTO TAK SEGAN MEMBREDEL MEDIA/ YANG DIANGGAP MEMPERMALUKAN WIBAWA//

ERA BERIKUTNYA/ PERS NASIONAL MERDEKA// BERANI KRITIK TAJAM/ TANPA TAKUT DIBUNGKAM//

JADILAH/ DI MASA HABIBIE TERKUAK SKANDAL BANK BALI//

DAN DI ZAMAN GUS DUR/ SKANDAL BULOGGATE DAN BRUNEIGATE/ JADI BERITA UTAMA DI MANA-MANA//

DI MASA SBY/ PERS KRITIS LUAR BIASA// KORAN ANGKAT KISRUH DEMOKRAT/ TELEVISI RAMAI-RAMAI UNGKAP SKANDAL CENTURY//

ADA PEPATAH/ DON’T KILL THE MESSENGER// JANGAN BUNUH SI PEMBAWA PESAN// PESAN HANYALAH KRITIKAN/ BUKAN ANCAMAN//

SUDAH JELAS/ PEWARTA BERITA/ BUKANLAH TUKANG PELINTIR ISTANA//

#CatatanNajwa eps MESIN KUASA Rabu 20/07/2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Posted in Catatan Najwa on 19/07/2011 by juliussumant

Mata Najwa episode ‘Mesin Kuasa’
Rabu, 20 Juli 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Kisruh kepartaian seperti kasus M Nazaruddin di Partai Demokrat
menegaskan adanya persoalan akut di dalam partai-partai yang tumbuh
selama era reformasi.

BEHIND THE SCREEN. Kesibukan kru Mata Najwa sebelum syuting.

Persoalan faksionalisasi dan korupsi seolah sebuah bom waktu yang
tinggal dipicu sebelum akhirnya meledak. Diagnosa umum yang dituduhkan
adalah kegagalan partai mencetak kader-kader yang mumpuni. Apakah
benar demikian? Lalu apa penyebab politik uang sangat kental aromanya
dalam sejarah kepartaian pasca lengsernya Orde Baru ini?

WAJAH PATRON. Ari G Dwipayana yakinkan Sutan Bhatoegana bahwa Demokrat belum jadi partai modern.

Mata Najwa hadirkan ilmuwan politik dari UGM, Ari Dwipayana, untuk
membedah struktur patronase yang mendikte distribusi kekuasaan serta
distribusi sumberdaya di internal partai. Tesis tentang adanya
neofeodalisasi dan kartelisasi demokrasi, ia paparkan untuk
menjelaskan bagaimana kontrol elit atas partai bisa berlangsung. Di
sesi yang sama, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menjelaskan
kisruh internal dialami semua partai, termasuk partainya yang
terbilang masih muda.

SADAR. Akbar Tandjung bercerita Golkar di masa lalu memang alat penguasa.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar yang kini menjabat Ketua Dewan
Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung, dihadirkan di sesi berikutnya
untuk menjelaskan akibat patronase di zaman Orde Baru terhadap
kelembagaan partai. Hadir pula melengkapi perbincangan, sejarawan
sekaligus Pemred Majalah Historia, Bonnie Triyana untuk membandingkan
kemunduran kepartaian saat ini dengan kemajuan partai-partai modern di
masa lalu.

 

Mukadimah

PARTAI/ AGEN DEMOKRASI PALING SEJATI// IA WAHANA POLITIK UNTUK KOMUNIKASI DAN AGREGASI/ SERTA REKRUTMEN POLITISI//

NAMUN/ PRAKTEK NYATA BEDA DENGAN TEORI// KITA JADI SAKSI/ GAGALNYA PARTAI MELAHIRKAN POLITISI MUMPUNI/ ALIH-ALIH BERPRESTASI//

SKANDAL NAZARUDDIN YANG MENDERA PARTAI DEMOKRAT/ MENEGASKAN BETAPA POLITIK TENGAH GAWAT DARURAT//

REFORMASI TAK LANTAS MEMBUAT PARTAI BERBENAH DIRI// PRAGMATISME DAN MISKIN IDEOLOGI/ KERAP MENGANTAR KADER MENDEKAM DI BALIK TERALI BESI//

 

Catatan Najwa

DI ERA REFORMASI/ PARTAI LAMA MATI SURI/ DI TENGAH KEMISKINAN IDEOLOGI/ SERTA GELAPNYA DINDING NURANI POLITISI//

PARTAI/ AGEN TUNGGAL POLITIK FORMAL/ TERGUSUR OLEH HUKUM BESI OLIGARKI// POLITIK ELIT MEMBELENGGU PARTAI/ SEBATAS ARENA DAGANG SAPI/ DAN LADANG KORUPSI//

BUKAN HANYA POLITISI/ TAPI PARTAI JUGA GAGAL KOREKSI DIRI// PATRONASE SEBANGUN DENGAN POLITIK UANG/ KONSTAN MEMBUAT MANDEG KOMPETISI DAN REGENERASI//

PATRONASE DAN PERSONALISASI FIGUR/ MEMBENAM PARTAI MAKIN JAUH DARI TRANSPARAN DAN  PEMERINTAHAN YANG BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN//

KALAU BETUL DEMIKIAN/  VOX DEI/ VOX POLITISI// SUARA RAKYAT/ VOX POPULI/ SUDAH TAK NYARING LAGI/

#CatatanNajwa eps HUKUMAN TAK BERTUAN Rabu 13 Juli 2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Posted in Catatan Najwa on 13/07/2011 by juliussumant

Mata Najwa episode “Hukuman Tak Bertuan”
Rabu 13 Juli 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Rekayasa pidana akrab di telinga kita. Kita pernah digemparkan oleh legenda Sengkon-Karta di tahun 1970 yakni kisah diperkosanya keadilan saat salah tangkap berujung pada pemidanaan bukan pelaku sebenarnya.

Peradilan sesat berulang. Cerita serupa berulang di Bekasi saat Budi Harjono disangka polisi membunuh ayah kandungnya tanpa cukup bukti. Benar kemudian ada pelaku lain yang kemudian diadili. Tapi Budi sudah menanggung derita telah disiksa di tahanan dan tak mendapat ganti rugi atas perlakuan salah tangkap yang menimpanya.

Ketidakprofesionalan penyidik dan penuntut juga memenjarakan Devit, Kemat dan Maman/Sugik di Jombang. Mereka disiksa untuk mendapatkan pengakuan bahwa merekalah pelakunya. Kecerobohan proses hukum ini baru terungkap setelah Ryan, pembunuh berantai yang fenomenal itu mengaku telah membunuh oran yang mayatnya ditemukan di kebun tebu dan disangkakan pada Devit, Kemat dan Sugik.

Bagaimana mungkin aparat bisa salah tangkap? Seringkali dalam proses penyidikan dan penuntutan, hanya pengakuan tersangka yang dipakai sebagai alat bukti. Padahal seringkali pengakuan diperoleh melalui interogasi yang berbau kekerasan.

Mata Najwa Hukuman Tak Bertuan menghadirkan Albert Hasibuan untuk menceritakan pengalamannya mengadvokasi korban peradilan sesat Sengkon dan Karta.

Turut dihadirkan korban salah tangkap Jombang yakni Imam Hambali alias Kemat dan Maman Sugianto alias Sugik untuk mengungkap kasus salah tangkap dan perlakuan yang menimpa mereka selama dalam tahanan.

Di sesi berikutnya Mata Najwa mewawancara Budi Harjono dan Neta S Pane untuk mencari tahu akar persoalan yang membuat peradilan sesat bisa terjadi dan terus berulang.

Mukadimah

HUKUMAN TAK BERTUAN/ HADIR IKUTI ZAMAN// ADA KISAH GETIR SUM KUNING/ KORBAN PEMERKOSAAN ANAK PEMBESAR PEMERINTAHAN/ YANG DIPELINTIR/ DAN TRAGISNYA MALAH DITAHAN//

ADA LEGENDA SENGKON-KARTA// TRAGEDI BUTANYA HUKUM/ YANG MENGHAKIMI TANPA BUKTI/  DAN MEMENJARA BUKAN PELAKU SEBENARNYA//

PERADILAN DURJANA/ BERULANG CERITA// DI BEKASI/ BUDI HARJONO DIJADIKAN TERSANGKA PEMBUNUH SANG AYAH/ PADAHAL BUKTI MENGARAH IA TIDAK BERSALAH//

DI JOMBANG/ KEADILAN PERNAH BERUBAH KELAM/ SAAT SUGIK/ DEVID DAN KEMAT/ DIDAKWA SEBAGAI PEMBUNUH OLEH  PERADILAN SESAT//

PEMIRSA/ INILAH MATA NAJWA/ HUKUMAN TAK BERTUAN//

Catatan Najwa

BAGI BANYAK KALANGAN/ HUKUM LAKSANA BELANTARA TAK BERTUAN// SERING TAK TERJAMAH ORANG SUSAH/ DAN LEBIH SERING JADI PIDANA PURA-PURA BAGI MEREKA YANG BERADA//

REKAYASA PIDANA DEMI KEJAR TARGET PERKARA/ MENGUBAH INTEROGASI PENJAHAT KELAS TERI/ JADI TONTONAN ASYIK DI TELEVISI//

PIDANA PURA-PURA/ JADIKAN RUANG SIDANG DAN SEL TAHANAN/ PANGGUNG KORUPTOR MEMBARTER HARTA DENGAN KUASA//

INI NEGERI DI MANA PENGADILAN BANYAK/ NAMUN RASA KEADILAN YANG MAHAL/ TAMPAK BEGITU JAMAK//

LANTAS/ TAK JELAS/ SIAPA TANGGUNG JAWAB KALAU ADA SALAH TANGKAP//

INI ADALAH REPUBLIK MIMPI// MIMPI WARGA/ TENTANG POLISI YANG PROFESIONAL MENGUSUT/ JAKSA YANG SERIUS MENUNTUT/ DAN HAKIMNYA MEMUTUS PERKARA DENGAN DAHI TIDAK BERKERUT//

ORKESTRA POLITIKA @MataNajwa Rabu 6 Juli 2011 pk.22.05 WIB

Posted in Catatan Najwa on 06/07/2011 by juliussumant

Mata Najwa episode Orkestra Politika

Tayang Rabu, 6 Juli 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

TERLALU. Rhoma Irama, Denny Sakrie & Najwa Shihab

Belum nonton episode ini? Silakan klik http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/07/06/9227/308/Orkestra-Politika

Musik dan politik adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Namun, juga terjadi tarik-menarik antara keduanya. Musisi masuk ke ranah politik praktis entah menyeberang menjadi politisi atau sekedar votegetter semata.

Tapi banyak pula musisi yang konsisten menjaga jarak dan dari luar bersikap kritis terhadap praktek politik kotor. Mereka ini independen, tidak jarang menyampaikan pesan perubahan dan memasukkannya ke dalam lirik lagu mereka.

BRAND NEW STAGE. Set panggung paling gres.

Akibat sikap kritis terhadap penguasa, seringkali membuat sang musisi harus terkena cekal tak boleh manggung. Musisi yang turun ke panggung politik dan memiliki popularitas yang luar biasa seperti Rhoma Irama pernah membahayakan supremasi Golkar di masa lalu ketika ia bergabung dengan PPP.

Mata Najwa menghadirkan raja dangdut itu untuk berkisah mengenai keterlibatannya di politik praktis, pengalaman dicekal dan bagaimana lagu-lagunya yang sarat kritik seperti ‘Judi’ tercipta. Pengamat musik sekaligus arsiparis rock Denny Sakrie turut dihadirkan untuk membahas pencekalan music kritis yang pernah terjadi dalam sejarah music di tanah air dan luar negeri.

Di lain sesi, Mata Najwa membahas bagaimana asal-usul musik-musik perlawanan yang sadar atau tidak sadar biasa kita dengar sehari-hari. Managing Director Rollingstone Indonesia Adib Hidayat dan penabuh drum grup punkrock Superman is Dead, Jerinx, menceritakan bagaimana kelahiran music-musik tertindas semacam blues, reggae, rap dan punk serta konteksnya saat ini.

MUSIK DAN POLITIK. Adib Hidayat & Jerinx di Mata Najwa.

Mukadimah

MUSIK DAN POLITIK/ DUA DUNIA YANG SATU SAMA LAIN TARIK-MENARIK// POLITIK JADIKAN MUSIK/ PENDULANG DUKUNGAN SERTA SUARA// MUSIK SERING PULA MERDEKA/ LUGAS SAMPAIKAN KRITIK PEDAS ATAS KELALIMAN PENGUASA//

RHOMA IRAMA/SALAH SATUNYA// SAAT PEMILU 1977/ DUKUNGAN RHOMA PADA PPP/ MEMBAHAYAKAN SUPREMASI  GOLKAR YANG JADI TULANG PUNGGUNG ORBA//

SANG RAJA DANGDUTPUN KENA CEKAL// TAK BOLEH TAMPIL DI TVRI/ WALAUPUN SEBATAS BEROLAH VOKAL//

RHOMA/ TAK CUMA SEORANG PEDENDANG NADA// TAPI JUGA PUJANGGA CINTA/ BAGIAN DARI MUSISI DUNIA/ YANG MENENGGANG RASA  MEREKA-MEREKA YANG TAKUT BICARA//

MEREKA YANG DAHAGA AKAN DAMAI DAN PENGHAPUSAN HUTANG DUNIA KETIGA// MEREKA YANG HIDUPNYA SENGSARA DI NEGERI AFRIKA/ JUGA MENYERUKAN PEMANASAN GLOBAL SUDAH DI AMBANG BAHAYA//

Catatan Najwa

DALAM SEJARAH/ MUSIK BERLANTUN IRAMA/ DIHARAPKAN SANG PENGUASA/ BISA MENYAMBUNG TALI KUASA//

NAMUN MUSIK  ADALAH SEKUMPULAN NOTASI/ YANG TAK MAU MENYEMBUNYIKAN PESAN TERSELUBUNG POLITISI PENGGEMAR KORUPSI//

MUSISI BOLEH DILARANG/ TAPI POLITIK TAK AKAN MAMPU MENCEGAH LAGU MENYERU LANTANG//

JADILAH MUSIK/ SEBARISAN NADA TERATUR DALAM SEBUAH PARTITUR// IA SANGGUP MENDESAKKAN REZIM LAMA/ AGAR MUNDUR//

BEATLEMANIA/ RASTAFARIA/ JOHN LENNON/ U2/ ATAU SEBUTLAH  JACKO/ SEMUA MEMBARISKAN RASA SOLIDARITAS MANUSIA// MEMBANGUNKAN KESADARAN/ TENTANG ARTI CINTA DAN MERDEKA//

ORKESTRA POLITIKA/ TEMPAT TUMPAHNYA SEDU SEDAN MANUSIA// DARI RINTIHAN BUDAK-BUDAK AFRIKA/  KORBAN PERANG/ BRUTALNYA DIKTATOR MILITER/ MAUPUN KORUPSI DAN KETIDAKADILAN YANG MEMBUAT INDONESIA TERUS BERDUKA//

#CatatanNajwa DONGENG JAKARTA Rabu 22 Juni 2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Posted in Catatan Najwa on 22/06/2011 by juliussumant

Mata Najwa DONGENG JAKARTA
Rabu 22 Juni 2011 pukul 22.05 WIB di Metro TV

Terkait dengan hari ulang tahun Jakarta ke-484, Mata Najwa mengangkat
sejumlah kontroversi dan serba-serbi mengenai perubahan yang terjadi
di dalamnya.

Kontroversi pertama terkait dengan penetapan HUT Jakarta 22 Juni 1527
itu sendiri. Banyak sekali kelemahan historis melekat pada pemilihan
tanggal tersebut. Antara lain alasan  yang pada dasarnya mengagungkan
kemenangan Fatahillah saat merebut Jayakarta namun melupakan analisa
bahwa sesungguhnya Fatahillah merupakan agresor bagi Pajajaran yang
berkuasa atas Sunda Kelapa waktu itu.

Kontroversi kedua menyangkut asal-muasal nama daerah di Jakarta yang
umumnya berasal dari istilah kontur alam, geometri dan vegetasi.
Budayawan Ridwan Saidi menjelaskan toponimi ini sambil menolak
mitologisasi asal-muasal daerah yang bersumber pada nama orang. Ridwan
Saidi menjelaskan pula kontroversi yang disebut pertama.

Kontroversi Jakarta ketiga yang dibahas adalah politik penggantian
nama jalan-jalan di Jakarta yang terjadi bersamaan dengan pergantian
rezim kolonial Belanda, era Sukarno dan era Orde Baru kemudian.
Seringkali politis, walaupun ada pula alasan yang terbilang sosial
sekedar eufemisme lokal. Sejarawan JJ Rizal dan ahli linguistik
sekaligus penulis kamus dialek Betawi Abdul Chaer bercerita mengenai
kontroversi penamaan ini.

Rizal dan Chaer kemudian membahas kontroversi keempat yakni siapa
sesungguhnya orang Betawi. Mereka berusaha menjawab mana lebih dulu
muncul: orang Betawi atau istilah Betawi.

Di bagian akhir, masih ada kontroversi sosok legenda Betawi Si Pitung.
Rizal dan Chaer akan menjelaskan apakah tokoh ini riil atau fiktif.
Kalau benar riil, apakah gambarannya sesuai dengan mitosnya di
masyarakat.

Mukadimah

JAKARTA/ BERASAL DARI JAYAKARTA/ NAMA PEMBERIAN FATAHILLAH/ SETELAH MEREBUT SUNDA KELAPA DARI KERAJAAN PAJAJARAN/ PEMILIKNYA//

KRONIK SEJARAH ITULAH/ YANG MENGANTARKAN 22 JUNI 1527/ SEBAGAI TONGGAK KELAHIRAN JAKARTA//

TAPI/ ADA YANG MENGANGGAP/ 22 JUNI/ TAK LEBIH DARI DONGENG BELAKA// LEMAH SEJARAH/ JUGA SEMANGAT ZAMANNYA//

TAPI MEMANG ITULAH/ JAKARTA// KOTA DENGAN SEJUTA CERITA PENUH  DARAH DAN AIR MATA// KOTA DENGAN SEGUDANG KEMEGAHAN/ JUGA NESTAPA//

Catatan Najwa

JAKARTA SAKSI DUNIA/ KALA FEODALISME DAN KOLONIALISME JADI ARAS ZAMAN YANG UTAMA//

JAKARTA SAKSI MATA/ ZAMAN YANG MERANGSEK UNTUK MERDEKA//

JAKARTA SAKSI BUDAYA/ BERLANGGAM SENI NAN MANUSIAWI/ HASIL JERIH PAYAH BANG ALI//

JAKARTA SAKSI KEMEGAHAN/ BERPENCAKAR LANGIT/ MESKIPUN BANYAK WARGA/ EKONOMINYA SULIT//

JAKARTA SAKSI REZIM YANG BERGANTI/ YANG HOBI MENGOBRAL MIMPI/ SERTA BASA-BASI REFORMASI//

DONGENG JAKARTA/ DONGENG KITA SEMUA// DONGENG YANG MENGINGINKAN KITA/ TAK JADI SAKSI BANJIR DAN MACET DI SANA-SINI/ JUGA PENONTON TEGAKNYA KORUPSI//

#Catatan Najwa BALADA BOLA Rabu 15/06/2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Posted in Catatan Najwa on 15/06/2011 by juliussumant

Mata Najwa BALADA BOLA
Tayang Rabu 15 Juni 2011 pk.22.05 WIB

Kisruh sepakbola nasional terus berlanjut meskipun kepemimpinan Nurdin
Halid sudah berakhir. Kemelut PSSI baru-baru ini hanyalah gunung es
dari kebobrokan persepakbolaan nasional.

Kebobrokan tak melulu dialamatkan pada pengurus PSSI namun juga
berlangsung di lapangan hijau meskipun pengurus PSSI turut menyumbang
mismanajemen dan praktik mafia di lapangan.

Inilah balada sepakbola nasional. Minim prestasi dan sesak oleh kabar
adanya mafia wasit, suap pemain dan ricuh di sana-sini. Mantan Asisten
Manajer Persatuan Sepakbola Palangkaraya (Persepar) Sigit Wido bicara
blak-blakan di Mata Najwa mengenai praktik suap untuk memenangkan
pertandingan.

Balada bola yang lain berlanjut: kemelut di Kongres PSSI berakhir
dengan deadlock yang bisa berujung pada sanksi suspend dari FIFA.
Ketua Umum Persebaya 1927 Saleh Mukadar yang sekaligus salah satu
pendukung Kelompok 78 menjelaskan mengapa ia dan kawan-kawan begitu
keras mempertanyakan terganjalnya  George Toisutta dan Arifin Panigoro
dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI.

Di sesi berikutnya Ketua Normalisasi Agum Gumelar menjawab sejumlah
gugatan yang dialamatkan padanya antara lain tuduhan partisan dan
tidak tegas memperjuangkan pencalonan George dan Arifin.

Mukadimah

DI ERA NURDIN HALID/ PSSI MINIM PRESTASI// YANG MENONJOL/ KOMPETISI JADI AJANG PENGATURAN SKOR/ DAN RUSUH LAPANGAN DI SANA-SINI//

MASYARAKAT RINDU MEDALI// RINDU/ KETIKA DI TANGAN TIM MERAH PUTIH/ TERGENGGAM PERUNGGU ASIAN GAMES 1958/ EMAS SEA GAMES 1987 DAN 1991//

REFORMASI RUPANYA TAK LEBIH DARI PENTAS AROGANSI// KUBU PENGUSUNG REFORMASI/ MELAWAN KEKUATAN LAMA PSSI/ DENGAN KOMITE NORMALISASI GAGAL MENENGAHI//
KURSI KETUA UMUM PSSI/ SANGATLAH SEKSI// POTENSIAL MENGEREK POPULARITAS POLITISI/ DAN BISNISNYA JADI ASET POLITIK YANG LAYAK DIAKUISISI// PANTASLAH KEADAAN HARI INI/ DI MANA SEPAKBOLA SERASA MATI SURI//
Catatan Najwa

KISRUH MUSTINYA TAK PERLU TERJADI/ SEANDAINYA KOMITE NORMALISASI/ PENDUKUNG REJIM LAMA/ DAN KELOMPOK 78/ LEGOWO MEMBANGUN PSSI//

SEPELOSOK NEGERI/ RINDU TIMNAS RAIH MEDALI// TAK PERLU MAIN CURANG/ SEMBUNYI DI BALIK SAKRALNYA STATUTA DAN BIROKRASI//

 

SE-INDONESIA RINDU PRESTASI// JANGAN TAKUTI/ INDONESIA SEAKAN PASTI KENA SANKSI//

 

FIFA  SENDIRI BUKAN DEWA// FIFA-LAH YANG DAHULU BERSEKONGKOL/ MENDUDUKKAN MANTAN NAPI DI KURSI KETUA UMUM PSSI//

 

PEMERINTAH HARUS BERANI// JANGAN INTERVENSI SETENGAH HATI/ TERSANDERA BOLA MATI PERTARUNGAN PARTAI DAN POLITISI//
KITA LAMA TERBENAM DALAM HALUSINASI REFORMASI// LUPA/ JIKA HANYA KOMPETISI BERSIH/ YANG BISA MENGIBARKAN MERAH PUTIH//

#CatatanNajwa eps CINTA SANG PRESIDEN 1 Juni 2011

Posted in Catatan Najwa on 01/06/2011 by juliussumant

Mata Najwa CINTA SANG PRESIDEN

1 Juni 2011 pk.22.05 WIB di Metro TV

Sinopsis

Bersamaan dengan Bulan Juni sebagai bulan Sukarno, Mata Najwa tertarik mengangkat topik peranan dan istri-istri para presiden. Mengulas romantika yang bersemayam di balik kepresidenan Sukarno, Suharto dan Abdurrahman Wahid.

Di balik tebalnya tembok kekuasaan setiap istri presiden memiliki peranan dan pengaruh yang tidak kecil dalam politik atau mungkin juga dalam hal keseharian.

Ada masanya di mana di masa Sukarno, poligami menempatkan Sukarno sebagai episentrum kekuasaan paling simbolik. Ada pula masa di mana hubungan personal yang demikian rukun antara Bu Tien-Pak Harto merupakan representasi kosmologi stabilitas selama Orde Baru. Di balik kesuksesan Presiden Suharto belumlah lengkap tanpa nama Bu Tien.

Seperti halnya Bu Tien, Shinta Nuriyah juga tipikal istri yang tak sekedar pelengkap etalase bernama rumah tangga, namun juga saling melengkapi dengan pasangannya sendiri yakni Gus Dur.

Mata Najwa berkesempatan mewawancara Yurike Sanger, satu dari sembilan istri Bung Karno untuk menemukan sisi paling romantis dari sang pemimpin besar revolusi.

Di lain segmen, Mata Najwa juga menanyakan perihal hubungan personal Bu Tien-Pak Harto kepada salah satu anak angkat sekaligus kerabat dekat Bu Tien-Pak Harto, Noek Bressina, yang pernah tinggal bersama selama 17 tahun dan tetap menjalin hubungan akrab dengan keluarga Cendana hingga kini.

Ada juga Shinta Nuriyah yang berkisah mengenai pengalaman romantikanya menjadi istri Gus Dur selama menjadi ketua PBNU dan Presiden RI kemudian, termasuk masa-masa kritis di mana krisis politik menjatuhkan kepresidenan Gus Dur.
Mukadimah
SEJAK REMAJA/ SAMPAI MANULA/ BUNG KARNO TAK PERNAH STOP MENJALIN ASMARA//

ADA 9 WANITA YANG DINIKAHINYA/ DARI JANDA HINGGA ANAK SMA// MULAI DARI SITI UTARI YANG  PERTAMA/SAMPAI HELDY DJAFAR/ISTRI TERAKHIRNYA//

SALAH SATU CINTA SANG PRESIDEN/ ADALAH YURIKE SANGER/ GADIS 17 TAHUN YANG DINIKAHI/ SAAT KEKUASAAN BUNG KARNO TELAH MENAPAKI SENJAKALA//

LAIN DENGAN BUNG KARNO YANG SEORANG DON JUAN/ PAK HARTO DAN GUS DUR HANYA LOYAL PADA SEORANG PEREMPUAN//

PAK HARTO BERTEMU BU TIEN/ LEWAT SEBUAH PERJODOHAN/ YANG BERSELIMUT SEMANGAT PERANG KEMERDEKAAN//

PERJODOHAN JUGA MEMPERTEMUKAN ABDURAHMAN WAHID DENGAN SHINTA NURIYAH// PERJODOHAN ALA PESANTREN/ YANG MEMBAWABERKAH//

Catatan Najwa
TEMPAT TERHORMAT/ IBU NEGARA/ DIBERIKAN BUNG KARNO PADA IBU FATMAWATI SEMATA//

IBU TIEN/ DIKENAL SEBAGAI AKTIVIS UTAMA/ PENGGERAK DHARMA WANITA/PENDIRI SEJUMLAH PROYEK BANGSA//

PENGARUH ISTRI TERHADAP KEPEMIMPINAN/ SUNGGUH LUAR BIASA//

TAPI BUNG KARNO/ PAK HARTO DAN GUS DUR/ BUKAN ANGGOTA ISTI/ IKATAN SUAMI TAKUT ISTRI// MEREKA MENEMPATKAN POSISI ISTRI SESUAI PROPORSI// TANPA TENDENSI MENYIAPKAN ISTRI SEBAGAI PENERUS KURSI POLITIK SUAMI/ ATAU TRAH DINASTI//

ADA GUYON MENGATAKAN/BUNG KARNO “GILA” WANITA/PAK HARTO BUKAN PENGGILA WANITA/GUS DUR MEMBUAT SEMUA ORANG JADI “GILA”//

TAPI SEGILA APAPUN/ISTRI MEREKATETAPLAH IBU RUMAH TANGGA BIASA/ YANG TIDAK MABUK KUASA/UNTUK MENJADI/PENGUASA DI ISTANA//

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.